Beruntungnya Bayern Munich Memiliki Manuel Neuer
Dulu dibenci, Neuer kini menjadi idola baru di The Bavarians.
Editor GOAL.com Jerman Clark Whitney menguraikan perjalanan Manuel Neuer dari musuh kini menjadi pahlawan Bayern Munich.
Anda
tentu masih ingat bagaimana kehadiran Neuer tidak diterima di Allianz
Arena. Bahkan sebelum resmi berkostum Bayern Munich, kabar kedekatan
Neuer dengan klub yang kini diarsiteki Jupp Heynckes ditanggapi sinis
sebagian fans FC Hollywood.
Pernah sebagian suporter membentangkan poster
anti-Neuer di sebuah pertandingan persahabatan sebelum kompetisi
dimulai. Sebagian fans FC Hollywood masih sakit hati dengan ulah Neuer yang melecehkan gaya selebrasi kiper legendaris Bayern, Oliver Kahn.
Tapi,
kondisi itu berbanding terbalik 180 derajat terhitung sejak Bayern
lolos ke final Liga Champions musim ini. Nama Neuer kini dielu-elukan
bak pahlawan saat aksi heroiknya membawa pemegang empat gelar Liga
Champions dipastikan kembali tampil di partai penentu gelar bulan depan.
Santiago Bernabeu menjadi saksi, di mana Neuer kini menjadi
idola baru publik Bavarian. Ketika itu, partai leg kedua semi-final
antara raksasa Spanyol Real Madrid dan Bayern Munich digelar.
Bayern
nyaris membuang peluang tampil di Allianz Arena, 19 Mei mendatang,
ketika Cristiano Ronaldo berhasil mengoyak gawang Neuer dua kali di 14
menit pertama. Pelan tapi pasti Bayern bangkit dan mampu menyamakan
peluang berkat gol penalti Arjen Robben di menit ke-27.
Kedudukan
2-1 bertahan hingga waktu normal berakhir, bahkan setelah 2x15 menit
perpanjangan waktu. Artinya, tim yang melaju ke babak final akan
ditentukan melalui drama adu penalti. Neuer, sebagai penjaga gawang
jelas mendapat tekanan cukup besar apalagi dia dianggap tak memiliki
pengalaman tampil di partai krusial, lain jika dibandingkan sang kiper
lawan Iker Casillas.
Tapi justru melalui drama inilah kiper
kelahiran 27 Maret 1986 ini mengubah pandangan orang. Dari empat
eksekutor yang berhadapan dengannya, hanya satu yang berhasil mengoyak
jala.
Ronaldo datang sebagai eksekutor pertama penuh percaya
diri, selain dikenal selalu mulus menceploskan bola melalui titik putih,
CR7 juga sebelumnya sudah dua kali memaksa Neuer memungut bola dari
gawangnya.
Pemain termahal dunia ini melepaskan tendangan
mendatar ke pojok kiri. Tapi, Neuer menjatuhkan badannya ke sisi kanan,
melebarkan kedua tangan dan ya, si kulit bundar pun gagal meluncur ke
gawangnya. Pemain, ofisial dan tentu fans Bayern seketika bersorak
melihat penyelamatan kiper muda ini.
Tantangan kedua tidak kalah
berat: mantan pemain terbaik dunia, Kaka. Tendangan gelandang
internasional Brasil itu tertuju pada sudut yang sama dan lagi, Neuer
berhasil menghentikannya!
Xabi Alonso datang sebagai eksekutor
ketiga. Dengan penuh ketenangan Alonso berhasil memperdayai Neuer. Tapi
rupanya, ini gol terakhir yang bersarang di gawangnya pada laga
tersebut.
Sergio Ramos agaknya sudah lebih dulu gugup melihat
dua penyelamatan gemilang yang dilakukan Neuer terhadap dua rekannya,
yang jelas-jelas memiliki kemampuan di atas rata-rata dalam mengeksekusi
bola-bola mati. Sepakan Ramos bukannya ditepis Neuer, tapi melambung
tinggi di atas mistar gawang.
Dan tendangan terakhir Bayern yang
dilakukan Bastian Schweinsteiger yang menembus gawang Casillas langsung
disambut selebrasi luar biasa para pemainnya. Wakil Jerman itu lolos
dengan kemenangan 3-1 dalam drama adu penalti.
Neuer boleh saja
sempat frustrasi di musim pertamanya bersama Bayern. Selama 1147 menit
berhasil mempertahankan clean-sheet, tapi sejumlah blunder dilakukan
membuatnya dianggap kalah bersinar dibandingkan kiper muda seperti Bernd
Leno dan Marc-Andre ter Stegen.
Saat masih membela Schalke,
Neuer berkesempatan menunjukkan talentanya di bawah mistar, dia beberapa
kali melakukan penyelamatan gemilang. Fans Manchester United mungkin
masih ingat dengan aksi heroiknya di babak yang sama musim lalu. Meski
akhirnya tersingkir, tapi Neuer sukses membuat Setan Merah kesulitan
menembus gawangnya.
Di Bayern, dia tidak mendapat kesempatan
menjadi bintang seperti sebelumnya. Tapi akhirnya, di sebuah laga
penting penuh drama, menghadapi salah satu tim terbaik dunia, kiper 26
tahun itu mendapatkan kesempatan tersebut dan sukses mengambilnya. Di
tengah perdebatan siapa pemain terbaik mengeksekusi penalti antara
Lionel Messi dan Ronaldo, justru Neuer keluar sebagai bintang.
Meremehkan
kemampuan Neuer menanggalkan dua penalti adalah sebuah kesalahan besar,
karena justru penampilannya memberikan dampak psikologis. Di sisi
Bayern, tidak perlu dipertanyakan lagi, kian melecutkan kepercayaan
diri.
Tapi bagi lawan, Ramos tertekan karena khawatir sepakannya
kembali ditepis. Dan akhirnya, Ramos sulit menemukan sisi yang pas
untuk melepaskan tembakan dan... meleset jauh di atas mistar. Dua
penyelamatan Neuer sebelumnya secara psikologis mungkin telah menciutkan
nyali eksekutor lainnya.
Yang tidak kalah penting, seorang
kiper kembali berperan penting dalam keseluruhan tim. Di tahun
sebelumnya, dengan kehadiran Thomas Kraft atau Hans-Jorg Butt diantara
tiang gawang, Mario Gomez dkk membutuhkan kemenangan sebelum babak
penalti dilakukan, terutama saat menghadapi tim yang memiliki kiper
kelas dunia semacam Casillas.
Sepanjang perpanjangan waktu,
Bayern sama sekali tidak kehilangan ketenangan, mereka tidak kelihatan
memaksa mencari gol kemenangan. Mereka juga tidak bertahan terlalu
dalam, kelihatannya the Bavarians memang melirik penentuan tiket final
melalui adu penalti, sebuah pengetesan terhadap Neuer. Dan, kepercayaan
itu dibalas sempurna oleh kiper yang dulunya ditolak di Allianz Arena,
di hadapan ribuan pendukung Los Blancos yang mengharapkan tim kesayangan
mereka kembali meraih gelar setelah satu dekade absen di partai puncak.
Tidak berlebihan jika sekarang menyebut Manuel Neuer sebagai salah satu kiper terbaik dunia...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar